Logo
Loading...

TB, HIV, AIDS, Kusta dan Frambusia

Terakhir Diperbarui : Selasa, 12 Agustus 2025
Dilihat : 80 Kali
Bagikan Layanan

๐Ÿ“ŒTujuan

  • ๐Ÿฉบ Menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat TB, HIV/AIDS, Kusta, dan Frambusia di wilayah kerja Puskesmas.
  • ๐Ÿšซ Memutus rantai penularan melalui deteksi dini, pengobatan tuntas, dan pencegahan infeksi.
  • ๐ŸŒฟ Meningkatkan kualitas hidup penderita melalui dukungan medis, psikologis, dan sosial.
  • ๐ŸŽฏ Mendukung pencapaian target eliminasi TB, Kusta, dan Frambusia sesuai program nasional.
  • ๐Ÿ“Š Menyediakan data epidemiologi yang valid untuk pengambilan keputusan kesehatan.

๐Ÿ‘ฅSasaran

  • ๐Ÿง Populasi umum untuk pencegahan dan edukasi.
  • โš ๏ธ Kelompok berisiko tinggi:
    • TB: kontak erat penderita TB, penderita HIV, perokok, pekerja tambang, pasien DM.
    • HIV/AIDS: kelompok kunci (ODHA, pasangan ODHA, pekerja seks, LSL, pengguna narkoba suntik).
    • Kusta & Frambusia: penduduk di wilayah endemis atau dengan kontak erat pasien.
  • โค๏ธ Penderita TB, HIV/AIDS, Kusta, dan Frambusia untuk pengobatan dan pemantauan.

๐Ÿ“ŠKinerja (Indikator)

  • ๐Ÿฉป Case Detection Rate (CDR) TB (persentase penemuan kasus TB terhadap estimasi kasus).
  • ๐Ÿ’Š Treatment Success Rate (TSR) TB (persentase keberhasilan pengobatan).
  • ๐Ÿ”ฌ Persentase kontak erat TB yang diperiksa.
  • ๐Ÿงช Cakupan tes HIV pada populasi kunci dan ibu hamil.
  • ๐Ÿ’‰ Persentase ODHA yang mendapatkan ART (antiretroviral therapy).
  • ๐Ÿ–๏ธ Persentase penemuan kasus baru kusta per tahun.
  • ๐Ÿฆถ Persentase pengobatan tuntas kusta.
  • ๐ŸฆŸ Cakupan penemuan & pengobatan kasus frambusia.
  • ๐Ÿ“ˆ Penurunan angka default (putus obat) pada semua penyakit sasaran.

๐Ÿ†Hasil yang Diharapkan

  • ๐Ÿ“‰ Penurunan insiden TB, HIV/AIDS, Kusta, dan Frambusia.
  • ๐Ÿงโ€โ™‚๏ธ Semua penderita terdiagnosis mendapatkan pengobatan sesuai standar.
  • ๐Ÿ”— Terbangunnya jejaring rujukan laboratorium dan rumah sakit untuk pemeriksaan dan perawatan lanjutan.
  • ๐Ÿค Dukungan masyarakat dalam pencegahan stigma dan diskriminasi.
  • ๐Ÿ“‚ Tersedianya data kasus yang valid untuk perencanaan program.