🎯Tujuan
- 👦👧 Meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah (6–18 tahun) dan remaja.
- 🧠 Membentuk perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab sejak dini.
- 📚 Mencegah masalah kesehatan remaja seperti anemia, gizi buruk, penyakit menular, masalah mental, serta penyalahgunaan zat.
- 💪 Mempersiapkan generasi muda menjadi SDM unggul dan berdaya saing.
📊Penjabaran Kinerja
a. Pelayanan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja di Sekolah dan Masyarakat
- Pelaksanaan program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) bersama lintas sektor (3 Pilar UKS: Puskesmas, Sekolah, dan Pemerintah Daerah).
- Pemeriksaan berkala (screening kesehatan gigi, mata, telinga, status gizi, kesehatan mental, dll).
- Pelayanan Kesehatan Remaja (PKPR) di Puskesmas atau remaja datang langsung untuk konsultasi.
b. Penyuluhan dan Edukasi Kesehatan Remaja
- Edukasi mengenai PHBS, gizi seimbang, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan anemia, HIV/AIDS, NAPZA, dan perundungan.
- Kegiatan kader kesehatan remaja di sekolah (dokter kecil, duta kesehatan remaja).
c. Pembinaan dan Penguatan Posyandu Remaja
- Pembentukan, pembinaan, dan penguatan Posyandu Remaja sebagai pusat edukasi dan layanan di komunitas.
d. Deteksi Dini dan Rujukan Masalah Kesehatan Remaja
- Deteksi masalah gizi, mental emosional, kesehatan reproduksi, dan lainnya.
- Rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan jika ditemukan kasus khusus.
📈Hasil yang Diharapkan
- ✅ Cakupan pemeriksaan kesehatan anak sekolah meningkat ≥ 90%.
- 💊 Cakupan pemberian TTD remaja putri rutin ≥ 80% per tahun.
- 📚 Meningkatnya pengetahuan dan praktik remaja tentang perilaku hidup sehat.
- 🧠 Kasus masalah kesehatan remaja teridentifikasi dan tertangani lebih dini.
- 🏫 Terbentuknya Posyandu Remaja aktif dan UKS berjalan di sekolah-sekolah.
- 📊 Data kesehatan anak sekolah dan remaja terdokumentasi dan dianalisis secara berkala.